Jumat, 26 Agustus 2016

Syukur

[refleksi]

Senja di atas kereta pasundan. Gambar oleh Gabby

Saya mensyukuri Allah yang senantiasa menyertai
Mencintai kami yang amalnya sepi
Lebih dari cinta matahari pada bumi
Lebih dari cinta manusia pada diri sendiri
Lebih dari cinta ibu pada sang buah hati

Ketika kami berdoa, Ia amini
Ketika kami bertaubat, Ia ampuni
Ketika kami berjalan, Ia berlari
Ketika kami jauh, Ia tetap menyertai
Menyayangi kami dengan kasih yang mahatinggi, yang ilmu kami tak sampai mengerti

Saya mensyukuri Allah yang senantiasa menyertai
Tanpa diminta, Ia kan memberi
Sebab tanpa dipuji, Ia sudah Maha Memiliki

Saya mensyukuri Allah, sebab saya tak perlu jauh mencari
Ketentraman itu sudah terletak di hati
Dalam takwa dan tawakal pada Ilahi


Kamis, 25 Agustus 2016

Menjaga Perasaan

Menjaga perasaan bukanlah (hanya) tentang memandang dari kejauhan, dalam diam. Bukan pula (hanya) tentang menahan rasa penasaran dari kegemaran dan kesukaan seseorang. Bukan (hanya) mengenai menunggu hingga bisa saling mencukupkan. Bukan, perkara ini tidak pernah seremeh itu. Tidak pernah sekali pun.
Langit Pasteur, Agustus 2015

Senin, 20 Juni 2016

Hendak Sampai Kapan?

[refleksi]

"Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing 
atau bahkan seperti orang yang sekadar lewat (musafir)."
(HR. Bukhari no. 6416)

Ada beban. Ya, ada beban pada setiap manusia yang lahir ke dunia. Bukan beban biasa karena ia adalah beban amanah yang--dalam wejangan Imam Ghazali--merupakan hal paling berat di dunia ini.

Amanah yang sama. Dahulu kita semua pernah mengikrarkan janji yang serupa. Syahadat sebelum turun ke alam dunia. 
“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman) “Bukankah Aku ini tuhanmu?” mereka menjawab, “Betul (Engkau tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar pada hari kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”. (QS. Al A’raaf, 7 : 172). 
Memang mungkin kita semua sudah lupa. Namun tak pula kita bisa sangsikan firman-Nya dalam alquran mulia. Tanya: hendak lupa sampai kapan?

Ada kita yang sudah menyadari bebannya. Namun juga selalu melangkah dengan sombong seakan lupa. Namun juga mendobrak batasan menjadi alpa. Namun juga berdalih untuk hidup seakan dunia untuk selamanya. Hendak sampai kapan?


Hendak sampai kapan? Padahal hati sudah keruh babak belur, sementara umur terus mendekati kubur. Astaghfirullah. Ampunilah kami Ya Allah, ampunilah kami.
Senin, 06 Juni 2016

METAMORF [III]

Sudah berapa laksa bincang kita menuai senyap?
Padahal aku tak pernah membubuhi titik,
kau hanya berlalu.
Pelesat pilu.

Ada aku di balikmu.
Mengukir pisah di punggung yang tengah berlalu itu.
"Sampai bertemu,"
biar bincang kita selesai di sini dulu

[Bagian Ketiga: Memahami]

mari duduk sejenak sebelum cangkir (dan bincang kita) lenyap; gambar oleh Rafika

[baca dahulu]

Manusia sering terjebak pada pertanyaan: apa yang sesungguhnya harus diperjuangkan? Namun suatu hari aku bertemu dengan lelaki ini. Dia berhasil membuat segalanya tampak sederhana. Dia berkata, perjuangan bisa jadi ialah barisan doa. Doa yang ditambatkan kencang-kencang pada bintang karena dia sempat khawatir doa itu akan jatuh berpulang ke bumi. Ia khawatir kalau kalau doa itu ikut mati bersama tanah atau membusuk menjadi kompos. Lelaki itu menjaga doanya rapat-rapat dalam ransel supaya tidak ada yang mencuri dengar. Bahaya bila ada! Doa tentang perempuannya tidak boleh diketahui siapa pun (untuk saat ini). Sampai sang lelaki bisa kembali dengan bekal yang lebih layak. Kembali pada sang perempuan dengan perbincangan yang semoga nantinya tiada usai. Tidak menuai senyap seperti yang terjadi hari ini.

Info Beasiswa: Dataprint

Salah satu program beasiswa nasional yang sampai saat ini gencar diadakan adalah Program Beasiswa Dataprint. Sebagai salah satu program kerja CSR (Corporate Social Responsibility), Beasiswa Dataprint kini telah memasuki tahun keenam dengan lebih dari 1000 beasiswa telah diberikan bagi pelajar dan mahasiswa penerimanya.

sumber: Google
Dikutip dari website resmi Beasiswa Dataprint, di tahun 2016 sebanyak 500 beasiswa akan diberikan bagi pendaftar yang terseleksi. Program beasiswa dibagi dalam dua periode. Periode pertama berlangsung dari tanggal 27 Januari sampai 20 Juni 2015. Beasiswa juga terbagi dalam tiga nominal yaitu Rp 250 ribu, Rp 500 ribu dan Rp 1 juta. Dana beasiswa akan diberikan satu kali bagi peserta yang lolos penilaian. Aspek penilaian berdasarkan dari essay, prestasi dan keaktifan peserta.

Nah, bagi teman-teman yang ingin mencoba peruntungannya di program ini, silakan kunjungi website Beasiswa Dataprint. Jangan lupa juga untuk mengecek persyaratannya di link ini.
Semoga sukses untuk kita semua! :)
Selasa, 03 Mei 2016

Meikita

halimun memudar, cahaya berpendar
delapan belas ia megar
mekar

pada kata;
rasa menjelma
doa bermakna
untuk Meikita

*

Pemeran utama hari ini. Meyday!

"Me-di-na. Eh, Mei-dina deh. Siapa ya?" itulah pertanyaanku ketika melihat daftar orang yang "bertahan" di ekskul ini setelah tiga bulan masa wajib. Aku mencoba mencari tahu. Lewat twitter kutemukan akunmu. Aku telisik wajah di display picture. Ah, ini dia orangnya! Dan setelah itu, hari-hariku berubah. Ada kamu, my May.

Kamu geli membacanya? Aku juga. Hehe. Namun, seperti kata-kata yang aku pinjam dari Dinar Fauziah pada kartu ucapan selamat hari kelahiran kamu yang ke-17, yang sampai sekarang belum aku berikan ke kamu, "3 Mei itu ga ada apa-apa sampai aku punya kamu, Mei,"

 *

Minggu, 10 April 2016

Ta Nara

Dear Ta Nara,

Menerobos hujung, melantahkan hati, mencipta kata.
Selalu, aku berusaha menerka dirimu.
Yang tak ubahnya hangat dan percik
dalam denai manusia, mencari makna.

*

Betapa lain-dari-biasanya ekspresimu ini. Aku bersyukur berhasil menjepretnya //peace :v

Dear Ta Nara, 
kalau benar tiap orang punya flavor-nya masing-masing, maka menurutku kamu adalah ...