Tetapi apakah kita pernah berpikir, mengapa namanya 'telur mata sapi', padahal telur tersebut sama sekali tidak diproduksi oleh sapi. Pernahkah kita berpikir, seharusnya namanya adalah 'telur mata ayam' karena telur diproduksi oleh ayam. Pernahkah kita berpikir sampai sana?
Disini kita tidak akan berlarut-larut memprotes nama makanan yang entah bagaimana bisa seperti ini. Tetapi mari kita ambil hikmah dari ulasan di atas.
Ayam adalah penghasil telur, tetapi mengapa malah sapi yang dicantumkan namanya dalam salah satu hasil produksi ayam? Apakah ayam tidak protes? Apakah ayam tidak mau menggugat ke dinas kebahasaan mengenai hal ini? *abaikan
