Tampilkan postingan dengan label Keajaiban Illahi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keajaiban Illahi. Tampilkan semua postingan
Minggu, 29 Juli 2012

Telur Mata Sapi


Telur mata sapi, seperti menjadi menu wajib sarapan kita setiap hari. Bentuknya yang kenyal dan aromanya yang sedap membuat perut kita bergemuruh lapar.
Tetapi apakah kita pernah berpikir, mengapa namanya 'telur mata sapi', padahal telur tersebut sama sekali tidak diproduksi oleh sapi. Pernahkah kita berpikir, seharusnya namanya adalah 'telur mata ayam' karena telur diproduksi oleh ayam. Pernahkah kita berpikir sampai sana?

Disini kita tidak akan berlarut-larut memprotes nama makanan yang entah bagaimana bisa seperti ini. Tetapi mari kita ambil hikmah dari ulasan di atas.
Ayam adalah penghasil telur, tetapi mengapa malah sapi yang dicantumkan namanya dalam salah satu hasil produksi ayam? Apakah ayam tidak protes? Apakah ayam tidak mau menggugat ke dinas kebahasaan mengenai hal ini? *abaikan
Sabtu, 19 Mei 2012

Sesederhana Embun

sumber gambar : my gallery
E M B U N ...
Taukah dirimu bahwa banyak sekali penyair di dunia ini yang senang sekali mendeskripsikan embun, membuat sajak indah dari embun, membuat perumpamaan dari embun, dan sebagainya.
Embun, memang sangatlah indah pabila kita rangkai menjadi barisan sajak, sungguh, kesederhanaan embun mampu membuatmu ingin menuliskan beribu bahkan berjuta kalimat tentangnya. 
Embun, yang Allah ciptakan dengan berbagai macam keindahan. Lihatlah kebeningannya, kesegarannya, kealamiannya, takkah kau lihat kebesaran Allah di dalamnya...?!
Senin, 16 April 2012

Fajar Bercerita

Tadi di sekolah, kami, siswa-siswi kelas VIII-2 SMP Negeri 9 Bandung diberi tugas untuk membuat puisi dan membacakannya di depan kawan kami. Sebenarnya bukan hal yang baru sih, tetapi masih ada saja yang membuat puisi bukan karya sendiri, malah banyak yang dari internet. Sedihnya, beberapa karya yang tidak orisinil itu tidak didapat dari blog aku. Padahal aku sudah menawarkan kepada mereka untuk 'copas' puisi dari blog ini. Tapi, yaaa sudahlah hahaha... masa pula aku membantu mereka dalam berplagiat ria.
Nah, maka supaya blog aku tambah keliatan unsur sastranya, di postingan yang kali ini, aku namakan blog ku sebagai blog KUMPULAN PUISI atau NARASI hahaha rada ngaco sih!


Ohya tadi di sekolah aku membuat puisi sebagai berikut :


Sabtu, 24 Maret 2012

Jadilah Ikan! Lawanlah Arus!

sumber gambar : Zara Firsty's Blog

Seringkali kita mendengar orang-orang berkata, "Hidup itu biarkan mengalir layaknya air" atau mungkin beberapa versi lainnya. Kita, sebagai manusia yang kritis, jangan hanya menerima mentah-mentah kalimat itu. Coba saja anda pikirkan. Apabila hidup ini kita biarkan mengalir, tanpa usaha, tanpa perlawanan, kita hanya mengikuti saja apa yang terjadi. Bagaimana bisa ada orang sukses yang hanya diam di kamar, tidur-tiduran dan tau-taunya sukses saja? Bagaimana mungkin ilmu kita peroleh dengan hanya diam di tempat menunggu ilmu itu datang dengan sendirinya?


Masih ingatkah kita kata-kata Imam Syafi'i?
Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan, jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, keruh menggenang....
Singa jika tak tinggalkan sarang tidak akan dapat mangsa....
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran....
Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam tentu manusia akan bosan padanya dan enggan memandangnya....
Kayu gaharu tak ubahnya kayu biasa jika di dalam hutan....
Selasa, 20 Maret 2012

Ketika Tumbuhan Memberi Kita Pelajaran


sumber gambar : Ilambra


Masih ingatkah kita dengan fotosintesis? Peristiwa dimana tumbuhan hijau menghasilkan makanannya sendiri dengan hanya memanfaatkan air, karbondioksida (CO2), dan dengan klorofil sebagai 'panci'nya juga sinar matahari sebagai 'kompor'nya. Saat itulah dihasilkan zat karbohidrat dan oksigen yang tentunya sangat berguna bagi makhluk hidup lainnya.
Lalu apa yang perlu kita sadari? Pernahkah kita berpikir bahwa tanpa tumbuhan hijau tersebut. Maka tidak ada lagi produsen. Maka rantai makanan akan putus dan pada akhirnya kita akan mati? Coba kita lihat betapa mandirinya tumbuhan hijau yang dapat menghasilkan makanannya sendiri tanpa bergantung pada yang lain. Hanya butuh 'bahan', 'panci', dan 'kompor'. Cukup!
Maka, apakah kita punya alasan untuk hanya bermanja-manja di dunia yang bahkan kita lebih 'punya' daripada sebuah tanaman. Kita lebih mampu, hanya saja logika kita terlalu membatasi batapa bebasnya imajinasi kita.
Sabtu, 17 Maret 2012

Biarkan Aku Terbang di Atas Badai

sumber gambar : ZeroCentimeter

Siang ini, aku benar-benar terinspirasi oleh kisah burung elang yang justru terbang gagah di tengah badai. Ketika badai datang, seekor elang justru memanfaatkan badai tersebut untuk terbang tinggi di atas awan. Justru karena badai tersebut seekor elang dapat mencapai derajat yang lebih tinggi.

Coba saja kita hubungkan, seandainya badai itu adalah cobaan dan musibah yang menimpa diri kita. Kita harus menjadikan cobaan tersebut sebagai pengangkat diri kita menjadi yang lebih baik lagi. Jangan sampai semua badai itu justru membuat kita jadi putus asa. Karena elang saja bisa, masa kita tidak?!
Jadilah seperti elang. Yang malah memutarbalikkan badai tersebut sebagai cambukannya untuk terbang lebih tinggi lagi.

Jadilah seperti elang!