Perempuan itu katanya memiliki 4 dimensi kebaikan, semua dengan panutannya masing-masing.
Jumat, 18 Mei 2018
#30HariBercerita || Pernah Merasa Begini?
Pernah merasa begini?
Di saat kamu lagi insecure sama diri sendiri, tetiba ada yang menawarkan kepercayaan kepada kamu. Entah itu cuma dipinta tolong anterin ke warung sebelah karena katanya kamu selalu ada dan bersedia, dipinta tolong ngefotoin karena katanya angle kamu selalu pas, atau bahkan dipinta jadi sesuatu di kepanitiaan karena katanya kamu mampu berada di sana.
Seketika kamu ngerasa lebih percaya diri.
"Di dunia ini ternyata masih ada yang percaya sama aku ya?" kata girangnya hati.
Selasa, 20 Maret 2018
VALENSI (III)
[masih sebuah imaji]
"Hendak ke mana?" tanyaku parau--pada kamu yang berlalu tanpa ba bi bu.
"Bukan tentangmu. Maaf, kali ini benar-benar bukan," datar, matamu hanya memerhatikan ubin-ubin abu.
"Memang sejak kapan," ujarku tertahan, "sejak kapan sesuatu menjadi tentangku?" akhirnya tanya itu kuputuskan untuk dilontarkan.
Kamu terdiam.
Barangkali memang aku salah mengucapkan. Dan aku menyesal sudah menanyakan.
"Apakah harus ada awal," katamu kemudian, "untuk sesuatu yang tidak memiliki akhir?"
Kamu pergi. Menyisakan aku, langit biru, dan keabsurdan sebuah jawaban.
"Bukan tentangmu. Maaf, kali ini benar-benar bukan," datar, matamu hanya memerhatikan ubin-ubin abu.
"Memang sejak kapan," ujarku tertahan, "sejak kapan sesuatu menjadi tentangku?" akhirnya tanya itu kuputuskan untuk dilontarkan.
Kamu terdiam.
Barangkali memang aku salah mengucapkan. Dan aku menyesal sudah menanyakan.
"Apakah harus ada awal," katamu kemudian, "untuk sesuatu yang tidak memiliki akhir?"
Kamu pergi. Menyisakan aku, langit biru, dan keabsurdan sebuah jawaban.
*
Minggu, 18 Maret 2018
#Entropi 4 || Menghebat
Pada suatu hari yang biasa-biasa saja. Pukul 7 malam tepatnya, saya mengajar di tempat yang sama, murid yang sama, buku latihan soal yang sama, meja belajar yang sama, ah semua serba sama.
Kemudian ada yang berbeda.
"Ibu, aku mau ngebahas soal ini. Udah agak lama sih, tapi masih bingung," kata murid saya seraya menyodorkan selembar kertas bertuliskan persamaan-persamaan matematika. Nahas memang, di umur semuda ini saya sudah dipanggil ibu di sana. Namun tak apa, pikir saya, bersyukur sajalah masih dipanggil ibu, belum dipanggil nenek ataupun uyut, kan? Hehe #SyukurItuDidatangkan.
"Soal ujian?" tanya saya sambil mengambil lembar yang ia sodorkan. Ditimpali dengan anggukan dari yang bersangkutan. "Coba dikerjakan lagi sama kamu," sambut saya.
![]() |
| Gambar oleh Sami |
Sabtu, 17 Maret 2018
[Unsur] Oksigen: Shobahul "Mbakyu" Layli
Sabtu, 03 Februari 2018
Kado untuk Latifah
Entah sudah berapa laksa aku menghabiskan waktu merenung, berkontemplasi, bertanya-tanya "hal terbaik apa yang bisa kuberikan?" Nyatanya aku akan kalah denganmu jika sudah berhubungan dengan D.I.Y. Akan kalah dengan Syabel jika sudah berhubungan dengan pakaian, tas, maupun brand makeup. Jadi aku melakukan apa yang aku rasa cukup ahli dalam melakukannya :)
Selamat membaca!
*
Jumat, 29 September 2017
VALENSI (II)
[sebuah imaji]
"Padahal begitulah sejatinya," ujarmu di suatu saat.
"Apa?" tanyaku tak paham.
"Sejatinya, haru-lelah-senang-pasrah, s e m u a, ialah rasa, ialah akibat,"
"Lalu?"
"Lalu..., kamulah penyebab,"
"Apa?" tanyaku tak paham.
"Sejatinya, haru-lelah-senang-pasrah, s e m u a, ialah rasa, ialah akibat,"
"Lalu?"
"Lalu..., kamulah penyebab,"
*
Percakapan pertama boleh jadi amat berbeda dengan pertemuan pertama.
Tepat sebelum seluruh mahasiswa baru disibukkan dengan seremonial inaugurasi, pertemuan telah lebih dahulu diskenariokan Tuhan. Belum genap pukul enam, tetapi badan sudah kuyup oleh keringat hasil bermenit-menit pencarian.





