"Bun, Rara yang seperti ini... apakah pantas untuk seseorang yang seperti itu?" - Rara
Lanskap alam dari Tebing Keraton
mencatat, agar selalu ada jejak meski tak ada jasad
"Barangkali, ketidaktenangan itu muncul karena hati ini belum khusyuk. " - seseorang, hari itu Padang Pasir Bromo diliha...
"Tidaklah cukup jika kita berdoa ingin menjadi seseorang yang baik, tapi tidak berusaha mendesain lingkungan yang men-support hal tersebut. Tidak pula cukup jika kita berdoa ingin dipertemukan dengan pasangan yang baik, tapi tidak berusaha mengejar lingkaran tempat orang-orang baik tersebut berkumpul." - Bunda
| Kesyahduan di Bukit Artapela, Majalaya |
| Disclaimer: gambar hanya pemanis, bukan pengawet ataupun penyedap |
| Gambar oleh Gabby, 2015 |
| Disclaimer: ilustrasi gambar tidak berhubungan dengan tulisan wks |
Suatu hari seorang guru menggambar dua buah garis di papan tulis. Garis tersebut sama-sama horizontal, tetapi berbeda panjang; satu garis lebih panjang dibanding yang lainnya.
Sang guru bertanya pada muridnya, "Coba di antara kalian siapa yang bisa membuat kedua garis itu sama panjang?"
Beberapa murid terkekeh. Tidak memahami maksud sang guru, malah merasa instruksinya konyol sekali. "Bukankah tinggal dihapus saja kelebihan garis yang panjangnya?" pikir mereka.
Akhirnya di antara mereka ada yang memberanikan diri maju ke depan. Anak ini dengan percaya diri mengambil penghapus dari meja gurunya. Ia lantas menghapus sebagian garis yang panjang. Kedua garis itu kini sama panjang, persis seperti instruksi sang guru.
Sang guru lamat-lamat mengamati. Sama sekali tak berkomentar, tetapi ia mengambil kapur putih dan mulai menggambar lagi. Murid-muridnya terkejut, yang digambar oleh sang guru persis seperti sebelumnya: dua buah garis horizontal yang berbeda panjangnya.
"Ada yang mau mencoba lagi?" tanya sang guru, kali ini dengan senyum yang amat mencurigakan.
Seorang anak dari bangku pojok kiri depan mengangkat tangan. Setelah dipersilakan, anak tersebut maju menghadap sang guru. Namun alih-alih mengambil penghapus, ia meminta izin untuk meminjam kapur putih.
Anak ini menarik garis pada ujung garis pendek hingga sama panjang dengan garis satunya.
Sang guru tersenyum, kemudian berkata: "Seharusnya demikianlah kita memaknai kehidupan,"
"Karena Nuzul sibuk jadi jaga kesehatannya ya..."
(Bella, 19 Oktober 2018)