
Pengumuman UN, dan tak dinyana, kami (angkatan ku sewaktu itu) hanya mendapat hasil UN yang tak seberapa. Kami tentu kecewa akan hal itu. Tetapi, guru-guru kami bukannya menunjukkan tekanan atau segala bentuk kekecewaan, malah tetap tersenyum tulus dan ikhlas. Dari situ kami berjanji SUATU SAAT NANTI kami akan membuat mereka tersenyum lebih indahnya. Bismillahirrahmanirrahim, sesungguhnya Allah tahu apa yang terbaik bagi kami. Mungkin hasil UN yang tak seberapa itu bisa menjadi "cambukan" bagi kami untuk melakukan hal yang terbaik dan menjadi yang terbaik di kemudian hari.
Aku kemudian membuat surat ini. Surat yang kubuat di awal bulan Juni sebelum perpisahan. Surat yang dimana aku dan kawan-kawan berjanji suatu saat nanti akan menjadi mawar yang merekah. Harumnya dan keelokannya Insya Allah akan membawa manfaat bagi nusa, bangsa, dan agama. Ya Allah, ridhailah mimpi kami itu. Karena ridha orang tua (termasuk guru kami) adalah ridha-Mu ya Allah. Aamiin.
Berikut ini adalah petikan teks surat yang kudedikasikan kepada guru dan orang tua kami semua....
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Persembahan ananda dan teman-teman untuk orang tua dan guru-guru tercinta.....
Kami bukanlah angkatan yang patut dibanggakan. Jejak kami selama ini tidak terlalu istimewa, malah mungkin ada yang mengecewakan. Apa-apa masih harus disuruh. Gak disiplin. Ya..., hanya sedikit yang bisa dibanggakan.
Tapi apa, ya... yang bisa dibanggakan...?? Susah deh untuk dicari. Bahkan hasil UN ada penurunan dari angkatan sebelumnya. Padahal seharusnya seiring kemajuan jaman, kami pun bisa semakin maju. Walaupun memang hasilnya sudah segitu, ya..., segitu.
Tapi kami juga bisa membuktikan kalau semua cucuran keringat yang dikeluarkan ayah, bunda, bapak dan ibu guru itu gak sia-sia. Semuanya pasti membuat perubahan yang sangat mendalam pada kami semua.
Tinggal kami saja yang membuktikan... Karena memang semua ada di genggaman tangan kami. Suatu saat nanti pasti kami akan bisa jadi pemimpin bangsa yang amanah. Yang mengharumkan nama baik Negri Indonesia. Dan itulah balasan untuk semua kebaikan ayah, bunda, bapak dan ibu guru pada kami semua.
Bisa dikata, MUNGKIN MAWAR MASIH BERUPA KUNCUP, SUATU SAAT NANTI PASTI AKAN MEREKAH, HANYA SAJA PERLU DISIRAM AIR DAN DICURAHKAN SINAR MENTARI. Anggaplah AIR itu KEJUJURAN yang menyejukkan hati dan SINAR MENTARI itu adalah USAHA yang seterik senyum sang mentari.
Yah... Suatu saat nanti.... Hanya tinggal menunggu waktu.... ***
0 komentar:
Posting Komentar