"Which one?" tanyaku sambil menyodorkan dua buah kerudung, yang satu berwarna merah marun, yang satu krem pastel.
Tak lama, gadis di depanku ini menunjuk kain yang menggantung-gantung di tangan kananku, krem pastel!
Dan... menit-menit berikutnya dihabiskan dengan ber-girls-day ria di rumah hostfamily kami.
Eh, belum intro ya? Jadi hari itu aku berusaha melunasi janji pada kawan baruku, @huyteang_hor yang sejak hari kedua di camp sudah menggebu-gebu berkata, "Next time, you should teach me how to wear that headscarf,"
Hor adalah mahasiswa tingkat dua dari Kamboja yang merupakan teman pertamaku di camp. Dia amat ramah. Selalu tersenyum dan tertawa pada setiap gurauan recehku. Dia juga suka memuji, katanya aku cantik sekali dengan headscarf di kepalaku ini *no geer-geer mode 😅*
Maka, tentu saja aku amat girang saat mendapati dia tertarik pada "fesyen ala Indonesia" ini, hehe yaap "fesyen", begitulah apa yang ada di benakku saat itu.
Terharu aja sama Rasulullah yang panutan banget muamalahnya! Bisa istiqomah nyuapin seorang yahudi buta di pasar sampai ajalnya. Nggak pernah sekalipun ngejudge A-B-C, meski pas nyuapin sambil dicela berbagai rupa.
.
"Dia cuma belum tahu," barangkali itulah apa yang dipikirkan Rasulullah terhadap yahudi buta tersebut.
Karena kalau yang di luar sana tahu keindahan agama ini, pasti akan cinta sekali.
Yang saat ini menganggap agama ini sebagai penebar teror, anti-feminisme, konservatif, kolot, anti-HAM, dan lain-lain pasti cuma belum kenal aja sama Islam yang sesungguhnya :)
.
Makanya... ini jadi tugas kita 'tuk mengenalkan wajah Islam yang sesungguhnya, bukan? Rahmatan lil 'alamin. Deras akan kebaikaan!
Jadi, yuk kita kenalkan!
0 komentar:
Posting Komentar