Copyright © Catatan Alifia
Design by Dzignine
Kamis, 24 Mei 2018

#30HariBercerita || Semoga post ini tidak diblokir Instagram



Semua juga tahu, media sosial rawan sekali gangguan sosial.

Selain karena menyita waktu yang bisa dipakai 'tuk berkenalan dengan orang asing di seberang bangku, media sosial juga punya berbagai isu.

Ya. Salah satunya tanding persona dan pesona.

Berbagi bahagia, eh memantik dengki bagi yang tak berpunya.

Foto makanan dan OOTD jalan-jalan, eh ada saja iri mupeng tapi tak bisa.

Bahkan posting aktivitas berfaedah untuk umat, eh muncul jiwa nan terseok-mengerdil merasa ketinggalan berperan.
Bentar, bentar.

Kok kita beda ya?

Iya. Beda banget sama Umar bin Khattab dulu.

Umar juga selalu cemburu sama amal Abu Bakar, kok. Persis kita yang suka cemburu sama orang lain di medsos ini.

Eh, tapi.... cemburunya beda.

Ingat 'kan? Suatu hari pas Perang Tabuk, Umar udah siap-siap, nyiapin setengah harta yang dimilikinya untuk disedekahkan, "sekali saja saya ingin mengalahkan sedekah Abu Bakar," barangkali gitu pikir Umar.

Tapi, eh, tapinya.

Abu Bakar berderma seluruh harta yang dipunya, di saat Umar cuma sanggup setengahnya aja.

Misi ga berhasil. Tapi Umar nggak jadi rendah diri. Umar nggak mengerdil, malah terus meluaskan manfaatnya.

Umar paham, kalau porsi kebaikannya bukan lewat sedekah, barangkali ada di tempat lain. Salah satunya dengan menjadi panglima tertangguh kebanggaan muslim :)

Fastabiqul khayrat itu ada porsinya masing-masing. Pintu surga juga 'kan ada banyak, guys. Kalau ga masuk lewat yang A, semoga dibukakan yang B. Tapi.. yang perlu hati-hati, cemburu kita salah kamar, nggak? Karena kalau belum kayak Umar, barangkali ada bagian hati yang perlu dibenahi.


Selamat berbenah!

0 komentar:

Posting Komentar